Kata Mutiara di Serial Film Mahabharata

Thursday, November 10th 2016. | Kata Bijak, Kata Ucapan, Puisi

Diserial film Mahabharata yang ditayangkan ANTV saat ini banyak sekali mendapat apresiasi dan pujian dari masyarakat Indonesia dari mulai anak-anak, remaja hingga orang tua. Disamping ceritanya yang apik karena bertemakan sejarah dan budaya pewayangan jawa di Indonesia film mahabharata juga banyak dibintangi aktor dan artis yang cantik dan tampan sehingga banyak dikagumi khususnya oleh kawula muda.

Kata Mutiara Serial Mahabharata

Tentusaja juga banyak yang sangat penasaran dengan profil pemain serial mahabharata tersebut disana ada Shaheer Sheikh sebagai Ardjuna, Pooja Sharma sebagai Drupadi atau Pancali dan masih banyak yang lainnya. Tak hanya itu loh diserial ini juga menggunakan gaya bahasa santun dengan sastra dan nilai-nilai positif ditiap percakapan dan obrolannya, tak sedikit dari ucapan tersebut dijadikan sebuah kata mutiara, kata bijak, atau ucapan romantis untuk sang kekasih. Berikut ini admin sudah mengumpulkan beberapa Kata Mutiara Film Mahabharata.

Kalau kaki seekor gajah ada dalam cengkraman seekor buaya, maka itu akan menimbulkan dilema besar bagi sang buaya. Bisa saja dia menelan gajah yang besar itu, tapi bisa saja dia yang menyelamatkan gajahnya (Sangkuni).

Kemampuan bukan pada penyamaran atau pun nama, tapi kemampuan ada dalam fikiran (Arjuna).

Manusia pintar itu, dia yang memastikan tidak ada perang (Sangkuni).

Meski terjebak dilumpur sekalipun, seekor gajah masih tetap berbahaya (Bima).

Yang merupakan perlindungan, ialah mereka yang mengangkat senjatanya lebih dahulu (Arjuna).

Kalau kau menangkap seekor mangsa, kecepatan lebih penting dari kekuatan (Nakula).

Yang benar paling bisa melihat penghianatan, tapi tak bisa memegang komitmennya (Sangkuni).

Seseorang yang menghadap ke arah timur, ia akan bisa melihat matahari, bahkan sebelum matahari itu terbit (Drupadi).

Setiap orang mempunyai alasan untuk melakukan sebuah kebohongan (Basudewa Krisna).

Akan ada tindakan buruk dari perang (Widura).

Tindakan seorang ibu, jadi nilai penting atas kelahiran (anak) nya (Arjuna).

Jangan menghukum dirinya sendiri, tapi hukumlah orang yang berbuat salah (Basudewa Krisna).

Kesabaran dan ketenangan adalah hal terpenting agar mampu berkonsentrasi (Hanoman).

Jika kebenaran adalah pohon, maka kepedulian adalah dasar dan akarnya (Basudewa Krisna).

Saat Sang Kuasa sendiri yang menjadi kusir kuda, maka roda dan keretanya akan menjadi keadilan dan kebenaran (Hanoman).

Cinta tumbuh dari kasih sayang. Cinta buta tumbuh dari arogan (Basudewa Krisna).

Orang yang menganggap dirinya kompeten, sesungguhnya tidak bisa apa-apa. Kompetensi hanya diketahui oleh orang yang telah mengujinya (Dewa Indra).

Manusia hanya bisa melanjutkan yang sudah ada (Sangkuni).

Tamu sering datang diwaktu yang tidak teduga (Yudhistira).

Bicara manis saja tidak memuaskan banyak orang (Maha Resi Durwasa).

Seorang ksatria sejati adalah, yang bisa menggunakan senjata dengan yang sama baiknya (Mahadewa).

Setiap ada yang sedang melewati ujian, selalu ada cara untuk berhasil (Drupadi).

Seseorang yang menganggap dirinya pantas, sebenarnya tidak memiliki kelayakan (Dewa Indra).

Keinginan timbul dari pengharapan akan hasil (Basudewa Krisna).

Kehebatan ditentukan oleh harga diri seseorang (Vrusali).

Kebenaran tidak selalu berdampingan dengan tradisi, karena tradisi belum tentu benar (Basudewa Krisna).

Ada yang bisa mengajarkan kebenaran, tapi tidak ada yang bisa menerapkan kebenaran (Begawan Wiyasa).

Sebuah hubungan, adalah sebuah kebanggaan yang sesungguhnya (Duryodana).

Derajat dan pangkat bukan dasar persahabatan (Basudewa Krisna).

Seseorang mungkin dilahirkan dengan kebaikan surgawi, tetapi kelakuan buruk dalam hidupnya dapat merusaknya, bahkan besi dapat menjadi debu disebabkan angin dan air (Basudewa Krishna).

Saat menuangkan cairan susu kedalam mangkok, pastikan jangan sampai ada setetes cairan pun yang tumpah. Saat menyelesaikan sebuah masalah, pastikan tidak ada satu pun pihak yang merasa dirugikan (Kunti).

Terbelenggu beratus-ratus ikatan hasrat keinginan, menghanyutkan diri dalam arus pusaran nafsu dan amarah (Basudewa Krisna).

Sesuatu yang diatur oleh sang kuasa adalah keberuntungan (Sangkuni).

Daripada berusaha untuk mengubah hidup ini, adaptasikan saja dirimu untuk mengubah keadaan sebagai satu – satunya jalan menuju keberhasilan dan kebahagiaan (Basudewa Krishna).

Bunuh diri bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah (Drestarastra).

Aku bisa saja memaafkan kesalahanmu, tapi aku tidak bisa memaafkan dosa mu (Basudewa Krisna).

Seseorang yang pernah berbuat dosa, jika tidak dihentikan lama-lama akan terus-menerus berbuat dosa (Yudhistira).

Ketika seekor burung mengubah jalannya, maka itu adalah sebuah strategi (Sangkuni).

Saat kau kesulitan mematahkan sebuah ranting, maka belahlah menjadi dua agar dapat dipatahkan dengan mudah (Sangkuni).

Meski seseorang sudah menaiki kudanya, tapi bila ia tidak berkata apa-apa, maka ia tidak bisa kemana-mana (Vrushali).

Seorang yang pernah berdosa, jika tidak dihentikan lama-lama akan terus-menerus berbuat dosa (Yudhistira).

Ia yang mampu menyatukan segala dualitas dalam dirinya, akan menjadi pribadi yang teguh dan tak tersakiti. Selama seseorang tidak bisa menerima dualitas dirinya dengan cara yang sama, lalu menyatukan keduanya menjadi kekuatan dan kebijaksanaan, ia akan dihancurkan oleh guncangan batinnya sendiri.

Manusia yang hidup demi kepentingan orang lain adalah manusia sejati (Karna).

Akan tiba dalam hidup kalian, saat kalian tidak tahu jalan yang benar (Begawan Wiyasa).

Dimanapun kejahatan terjadi, cinta akan dapat menaklukannya (Subadra).

Jika tujuannya tidak salah atau murni kesalahan, pertobatan dan pengampunan saja sudahlah cukup (Pandu).

Kemampuan tidak bisa dibantu oleh siapapun (Guru Drona).

Semua doa adalah ekspresi seseorang (Basudewa Krisna).

Keberuntungan seorang wanita, laksana air ditelapak tangan (Kunti).

Tanggung jawablah yang membangun masa depan (Arjuna).

Pertobatan dan penyesalan akan membuat seseorang menjadi kuat (Basudewa Krisna).

Saat seseorang dihukum karena kesalahannya, keadilan sering kali meninggalkan jejak yang menyakitkan (Basudewa Krisna).

Seorang ibu hidup hanya memiliki satu harapan, yaitu bisa menyaksikan anak-anaknya berhasil dalam kehidupannya (Gandhari).

Jika seorang ayah memberikan sesuatu pada anaknya, si anak pasti bahagia. Namun jika si anak memperoleh sesuatu atas hasil usaha sendiri, sang ayah akan bangga (Yudhistira).

Orang yang berkata tanpa memikirkan lebih dulu, itu sebuah kesalahan (Yudhistira).

Jika seseorang meminta maaf kapada dia yang bersalah, maka dialah sang pemberani (Pancali).

Saat hidup berputar diluar kendali, adalah saat yang tepat untuk menenangkan diri (Begawan Byasa).

Kehidupan atau kereta, jika rodanya terjebak maka butuh bantuan orang lain untuk mengangkatnya (Arjuna).

Penggerak manusia adalah rasa takut. Rasa takut adalah, kekuatan untuk menyelesaikan masalah (Basudewa Krisna).

Dia yang menganggap ibunya sebagai beban, hanya akan merasa kelelahan (Arjuna).

Saat seseorang lupa tersenyum, baru saat itu ada kesulitan (Arjuna).

Demikian kumpulan kata mutiara film serial Mahabharata ANTV yang sudah admin paparkan lengkap, jika masih ada koleksi lain admin berjanji akan mempostingnya untuk sahabat semua dan jika ada sahabat yang mempunyai koleksi foto, gambar, ucapan romantis, dan kata mutiara aktor Mahabharata kesayangan bisa berkomentar dan mengirimkan kepada kami, terimakasih.

Tags: , ,
Kata Mutiara di Serial Film Mahabharata Reviewed by admin on . This Is Article About Kata Mutiara di Serial Film Mahabharata With description : Diserial film Mahabharata yang ditayangkan ANTV saat ini banyak sekali mendapat apresiasi dan pujian dari masyarakat Indonesia dari mulai anak-anak, and rating: 5